LSQH Gelar #NgajiBuku Bersama Lien Iffah Naf'atu Fina, Bahas Ambiguous Adventure
LSQH Gelar #NgajiBuku Bersama Lien Iffah Naf'atu Fina, Bahas Ambiguous Adventure
Yogyakarta – Lembaga Studi Qur'an dan Hadis (LSQH) kembali menghadirkan program #NgajiBuku, sebuah forum kajian yang mengajak peserta mendiskusikan karya-karya penting dalam kajian keislaman dan kebudayaan. Pada kesempatan kali ini, #NgajiBuku menghadirkan Lien Iffah Naf'atu Fina untuk membahas novel L'Aventure ambiguë karya sastrawan Senegal, Cheikh Hamidou Kane.
Novel yang terbit pertama kali pada 1961 tersebut kemudian dikenal luas melalui terjemahan bahasa Inggris dengan judul Ambiguous Adventure. Karya ini merekam dilema yang muncul dari perjumpaan antara Prancis-Eropa dan Afrika Barat dalam konteks kolonialisme. Melalui perjalanan tokoh utama, Samba Diallo, bersama orang-orang di sekitarnya, Cheikh Hamidou Kane menggambarkan kompleksitas perjumpaan yang tidak seimbang antara dua peradaban serta dampaknya terhadap kehidupan dan identitas masyarakat Afrika Barat.
Diskusi tidak hanya menempatkan novel tersebut sebagai kisah tentang pertemuan antara sekolah Al-Qur'an dan sekolah modern, tetapi juga sebagai gambaran perjumpaan dua orientasi peradaban. Di satu sisi, Afrika Barat direpresentasikan melalui kekuatan spiritualitas yang membentuk kehidupan dan pendidikan masyarakatnya. Di sisi lain, Prancis-Eropa hadir dengan orientasi materialisme dan rasionalitas modern.
Persoalan tersebut menjadi semakin menarik melalui sosok Samba Diallo. Ia merupakan seorang yang sejak kecil dibentuk melalui pendidikan keagamaan dan memiliki pengalaman sebagai santri, tetapi kemudian harus berhadapan dengan dunia pendidikan modern ketika melanjutkan studi di Prancis. Pengalaman tersebut membuat Samba berada di antara dua dunia dengan nilai, cara berpikir, dan orientasi kehidupan yang berbeda.
Melalui #NgajiBuku, peserta diajak mendiskusikan pertanyaan mendasar yang muncul dari perjalanan Samba Diallo: bagaimana seseorang yang telah dibentuk oleh tradisi dapat berhadapan dengan pengetahuan dan kebudayaan baru tanpa kehilangan akar identitasnya? Apakah pengetahuan baru harus menggantikan pengetahuan lama, atau keduanya justru dapat dipertemukan dan didialogkan?
Kajian #NgajiBuku bersama Lien Iffah Naf'atu Fina ini dilaksanakan setiap Kamis pukul 12.00 WIB, bertempat di Ruang Referensi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam lantai 3 sisi timur, dalam Rumah Jurnal. Kegiatan juga dapat diikuti secara daring melalui siaran langsung Instagram dan Facebook LSQH.
Melalui program ini, LSQH berupaya menghadirkan ruang pembacaan yang mempertemukan kajian Al-Qur'an dan hadis dengan berbagai karya sastra, pemikiran, dan persoalan sosial-budaya. Diskusi atas Ambiguous Adventure menjadi salah satu upaya untuk melihat pengalaman masyarakat Muslim dalam menghadapi modernitas, kolonialisme, pendidikan, serta persoalan mempertahankan identitas di tengah perjumpaan antarperadaban.